Gunung Kaupas di Padarincang Banten Longsor, Ratusan Warga Mengungsi

23 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Longsor terjadi di salah satu lereng Gunung Kaupas, Kabupaten Serang, Banten pada Selasa (6/1) siang kemarin.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten menyatakan longsoran itu berjarak sekitar 1 kilometer dari permukiman warga. BPBD mencatat lebih dari 500 warga diungsikan.

"Sampai saat ini tidak ada korban jiwa dan harta benda. Penyebabnya karena pergerakan alam," kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten Lutfi Mujahidin, Rabu (7/1) seperti dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian pihaknya bersama pemerintah daerah melakukan langkah pencegahan dengan mengungsikan warga yang bermukim di bawah lereng, terutama pada malam hari, untuk meminimalkan risiko longsor susulan.

"Untuk antisipasi, warga yang tinggal di bawah Bukit Kaupas, kalau malam hari diungsikan ke SD MI," ujarnya.

Di Kampung Cibodas terdapat sekitar 504 warga. Sebagian mengungsi di sekolah dasar terdekat yang disiapkan sebagai lokasi pengungsian, sementara lainnya memilih tinggal sementara di rumah kerabat.

"Tidak semuanya di lokasi pengungsian yang disiapkan, ada yang mengungsi ke tempat saudara," kata Lutfi.

Menurut Lutfi, status pengungsian bersifat sementara dan akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi lereng di lapangan.

"Belum ditentukan, lihat perkembangan," ujarnya.

Sebelumnya saat meninjau lokasi pengungsian, Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak bencana tanah longsor di Kampung Cibodas, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, terpenuhi.

"Saya hadir malam ini setelah menyelesaikan beberapa agenda kegiatan kedinasan, untuk memastikan kebutuhan warga segera diatasi," ujar Najib di lokasi pengungsian pada Selasa malam kemarin.

Najib mengatakan tim gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Muspika, pemerintah desa, serta relawan telah bergerak cepat melakukan evakuasi dan penanganan darurat.

Langkah cepat tersebut meliputi penyediaan makanan siap saji melalui pendirian dapur umum, serta pemenuhan kebutuhan mendesak bagi kelompok rentan.

"Penanganan kondisi warga yang memiliki penyakit khusus, kebutuhan asupan gizi bagi bayi dan anak-anak, serta kebutuhan lainnya yang mendesak diperlukan," katanya.

Berdasarkan data di lapangan, sebanyak 274 warga mengungsi sementara di Gedung Madrasah Roudhotunnajah yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian.

Dari total pengungsi terdapat kelompok rentan yang menjadi prioritas penanganan, terdiri atas 31 lansia, 21 balita, dan 4 ibu hamil. Selebihnya sebanyak 218 pengungsi merupakan kelompok dewasa dan anak-anak.

Usai meninjau pengungsi, Wabup Serang juga memeriksa titik terdekat longsoran untuk memastikan potensi risiko susulan. Ia menginstruksikan tim gabungan untuk tetap bersiaga memantau situasi di sekitar lokasi.

"Saya sudah mendapatkan laporan adanya longsor ini beberapa menit setelah kejadian, dan saya langsung berkoordinasi dengan Ibu Bupati serta pemangku kepentingan (stakeholder) terkait," tutur Najib.

Mitigasi kawasan rawan longsor

BPBD Banten juga melakukan pemantauan kawasan rawan longsor sebagai bagian dari upaya mitigasi.

Saat ini terdapat 21 kecamatan di Provinsi Banten yang masuk kategori rawan longsor, masing-masing tersebar di Kabupaten Serang, Pandeglang, dan Lebak.

Di Kabupaten Serang, wilayah rawan meliputi Kecamatan Anyer, Mancak, Cinangka, dan Padarincang. Di Kabupaten Pandeglang mencakup Kecamatan Carita, Jiput, Panimbang, Cigeulis, Cibaliung, Cimanggu, Cadasari, dan Mandalawangi.

Sementara di Kabupaten Lebak meliputi Kecamatan Bojongmanik, Cimarga, Leuwidamar, Lebak Gedong, Cigembong, Cibeber, Bayah, Cihara, serta Panggarangan.

Lutfi menambahkan BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan aparat setempat untuk memastikan keselamatan warga serta kesiapsiagaan jika terjadi pergerakan tanah lanjutan.

Longsor di lereng Gunung Kaupas terjadi pada Selasa (6/1) sekitar pukul 10.40 WIB dan sempat direkam warga hingga beredar luas di media sosial.

(antara/kid)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |