Ini Sejarah UNIFIL Lebanon yang Digempur Israel Tewaskan Prajurit TNI

4 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Satu Tentara Nasional Indonesia (TNI) tewas akibat serangan Israel ke pos jaga Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), Minggu (29/3).

Serangan oleh pasukan Israel itu terjadi di dekat Adchit Al Qusayr menyebabkan satu prajurit TNI tewas dan satu lagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres mengonfirmasi kabar duka tersebut.

"Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_ di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama," tulis Guterres.

"Saya menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega penjaga perdamaian yang meninggal, serta kepada Indonesia. Saya berharap agar penjaga perdamaian yang terluka segera pulih sepenuhnya. Ini hanyalah salah satu dari sejumlah insiden baru-baru ini yang telah membahayakan keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian," ia melanjutkan pernyataannya.

Guterres pantas marah. Sebab UNIFIL adalah pasukan di bawah mandat PBB untuk menjaga Lebanon dari aksi agresi Israel. Dan pasukan Indonesia selalu yang terbesar.

Prajurit yang gugur tersebut masuk dalam UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon), pasukan perdamaian yang didirikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, pada tanggal 19 Maret 1978, berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 425 dan No. 426., untuk memastikan gerak mundurnya Israel dari Lebanon.

Misi UNIFIL terjadi setelah invasi Israel ke Lebanon, yang terkenal mematikan.

Tujuan pasukan ini mengembalikan kedamaian dan keamanan internasional, dan membantu pemerintah Lebanon untuk mengembalikan otoritas efektifnya di area tersebut.

Pasukan pertama UNIFIL diturunkan di area pada tanggal 23 Maret 1978.

Sementara Indonesia baru bergabung pada 2006 dengan dengan Kontingen Garuda (Konga) - nama pasukan TNI yang tergabung dalam UNIFIL.

Operasi Penjaga Perdamaian PBB di Selatan Lebanon ini terdiri dari hampir 10.000 personel dari 49 negara, dengan Indonesia menggelar kontingen terbesar.

Laman PBB menyatakan Indonesia pernah mengerahkan 1.232 prajurit, dan Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan pada Maret 2023 Indonesia mengerahkan 1.090 prajurit di Selatan Lebanon.

(imf/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |