IRGC Iran Ultimatum Akan 'Respons' AS-Israel di Waktu yang Tepat

3 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Mayor Jenderal Mohammad Pakpour, mengancam akan memberikan respons terhadap Amerika Serikat dan Israel pada "waktu yang tepat."

Pakpour menuding kedua negara terlibat dalam demonstrasi besar-besaran yang tengah berlangsung di Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak diragukan lagi, Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu adalah pembunuh pemuda Iran dan para pembela keamanan negara," kata Pakpour dalam laporan media pemerintah Iran.

"Kejahatan yang dilakukan oleh kaki tangan mereka tidak akan pernah dilupakan dan akan mendapat respons pada waktu yang tepat," tambah dia seperti dikutip CNN.

Peringatan pimpinan IRGC itu muncul di tengah laporan penarikan sebagian personel dari Pangkalan Udara al-Udeid di Qatar sebagai langkah "pencegahan". Informasi itu disampaikan seorang pejabat AS pada Rabu (14/1).

Trump berulang kali mengancam akan melakukan aksi militer terhadap pemerintah Iran atas penggunaan kekuatan mematikan terhadap para pengunjuk rasa.

Menurut para pejabat, kini Trump merasa berkewajiban untuk menindaklanjuti ancaman tersebut.

Aksi protes telah meluas ke seluruh Iran sejak akhir Desember, dengan tuntutan yang kian kuat agar sistem pemerintahan ulama, yang telah berkuasa sejak Revolusi Islam 1979, diakhiri.

Awalnya, aksi protes dipicu oleh tingginya inflasi yang menekan kehidupan masyarakat. Tetapi, seiring waktu, tuntutan berkembang hingga menyerukan pemerintahan Ayatollah Ali Khamenei untuk mundur.

Dalam merespons gelombang demonstrasi tersebut, aparat Iran dituding menggunakan kekuatan berlebihan.

Menurut laporan kelompok pemantau hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat, lebih dari 2.000 orang dilaporkan tewas.

Namun hingga kini, CNN Indonesia belum memperoleh data pembanding terkait jumlah korban tewas dari media resmi Iran seperti IRNA, Mehr News, dan Fars.

Hal itu disebabkan akses internet di Iran masih terputus total sehingga laman media-media tersebut tidak dapat diakses.

(rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |