Jelang Akhir Ultimatum Trump, Kapal Perang Inggris Tiba di Laut Arab

4 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Kapal selam bertenaga nuklir milik Angkatan Laut Inggris, HMS Anson, tiba di Laut Arab pada Sabtu (21/3), menambah ketegangan menjelang berakhirnya ultimatum Presiden AS Donald Trump kepada Iran

Surat kabar harian Inggris Daily Mail melaporkan kapal selam serang kelas Astute tersebut bersiaga di Timur Tengah usai berangkat dari Perth pada 6 Maret lalu.

Kehadiran HMS Anson di Laut Arab dilaporkan setelah Downing Street mengonfirmasi bahwa Perdana Menteri Inggris Keir Starmer setuju untuk mengizinkan Amerika Serikat (AS) menggunakan pangkalan London guna melancarkan serangan ke situs-situs Iran yang menargetkan Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementerian Pertahanan Inggris sejauh ini menolak berkomentar.

HMS Anson merupakan kapal selam sepanjang 97 meter yang dipersenjatai dengan rudal jelajah serang darat Tomahawk Block IV dengan jangkauan sekitar 1.600 kilometer. Kapal ini juga dilengkapi torpedo berat Spearfish.

Pengerahan HMS Anson ke Laut Arab menempatkan pasukan Inggris dalam jarak serang strategis ke Iran. London dapat dengan mudah melancarkan serangan ke Teheran jika konflik di kawasan kian memburuk.

Perang AS-Israel vs Iran yang pecah sejak 28 Februari telah meluas dan menyeret negara-negara Timur Tengah. Target serangan Iran di perang ini turut menyasar kapal-kapal tanker di Selat Hormuz serta pangkalan-pangkalan sekutu AS-Israel di kawasan.

Pangkalan Inggris di Siprus pada 1 Maret lalu menjadi salah satu korban perang AS-Israel vs Iran.

Mengenai HMS Anson, sumber-sumber pertahanan Inggris mengatakan kepala operasi gabungan Letnan Jenderal Nick Perry akan memberikan perintah untuk menembak jika diizinkan oleh Starmer.

HMS Anson disebut akan naik mendekat ke permukaan dan meluncurkan empat rudal ke arah target jika menerima lampu hijau.

"Anson akan bersembunyi secara diam-diam. Perdana Menteri, Komandan Operasi Maritim, dan Dinas Kapal Selam akan diberitahu di mana lokasinya. Namun, lokasi ini tidak akan dipublikasi secara luas," ujar seorang sumber.

Menurut sumber, HMS Anson bisa ditempatkan di Laut Arab selama berminggu-minggu. Meski begitu, Daily Mail mencatat bahwa kapal selam ini hanya mampu membawa persediaan makanan selama tiga bulan untuk jatah 98 prajurit dan awak kapal.

Pada Sabtu malam, Trump melalui akun Truth Social mengunggah bahwa pasukan AS akan "menyerang dan menghancurkan" pembangkit listrik Iran -- "dimulai dengan yang terbesar terlebih dahulu" -- jika Teheran tidak sepenuhnya membuka kembali selat tersebut dalam waktu 48 jam, atau pukul 23:44 GMT pada Senin, menurut waktu unggahan.

Militer Iran tak tinggal diam dengan mengatakan akan menargetkan infrastruktur energi dan desalinasi "milik AS dan rezim di wilayah tersebut," menurut kantor berita Fars.

(blq/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |