Jakarta, CNN Indonesia --
Sholat Idul Fitri adalah sholat yang dikerjakan pada pagi hari setiap 1 Syawal, setelah umat muslim menunaikan ibadah puasa Ramadhan selama sebulan penuh.
Waktu untuk mengerjakan sholat Idul Fitri telah ditentukan pelaksanaannya. Lantas, kapan waktu sholat Idul Fitri dimulai?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Umat Islam dianjurkan mengerjakan sholat Idul Fitri secara berjamaah. Hal ini sebagaimana merujuk pandangan ulama pada mazhab Syafi'i pada Kitab Nihayatuz Zain karya Syekh Nawawi Banten, dikutip dari laman Kemenag.
القسم الثاني من النفل المؤقت وهو ما تسن فيه الجماعة (صلاة العيدين) الأصغر والأكبر وهي من خصائص هذه الأمة
"Jenis kedua dari sholat sunnah yang ditentukan waktunya adalah sholat yang dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah adalah (sholat dua Id, yaitu Idulfitri dan Iduladha). Sholat Id disyariatkan khusus untuk umat Nabi Muhammad SAW."
Waktu pelaksanaan sholat Idul Fitri
Dilansir dari laman NU Online, terdapat sejumlah pendapat dari beberapa mazhab mengenai waktu melaksanakan sholat Idul Fitri.
Pendapat pertama menurut Muhyiddin Syarf An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu' Syarhul Muhadzdzab dan disebut paling sahih, bahwa sholat Id dikerjakan sejak terbitnya matahari. Namun yang lebih utama pelaksanaannya sampai matahari naik seukuran satu tombak.
وَفِى اَوَّلِ وَقْتِهَا وَجْهَانِ (اَصَحُّهُمَا) وَبِهِ قَطَعَ الْمُصَنِّفُ وَصَاحِبُ الشَّامِلِ وَالرُّويَانِىُّ وَآخَرُونَ اَنَّهُ مِنْ اَوَّلِ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَالْاَفْضَلُ تَأْخِيرُهَا حَتَّى تَرْتَفِعَ الشَّمْسُ قَدْرَ رَمْحٍ
Artinya: "Mengenai waktu awal pelaksanaan sholat Id terdapat dua pendapat. Pendapat yang paling sahih, dan ditegaskan pengarang kitab Al-Muhadzdzab (Abu Ishaq Asy-Syirazi), penulis kitab Asy-Syamil, Ar-Ruyani dan ulama yang lain adalah bahwa awal waktu pelaksanaan sholat Id mulai dari terbitnya matahari. Yang paling utama adalah menangguhkan sholat Id sampai naiknya matahari seukuran satu tombak," (Muhyiddin Syarf an-Nawawi, Al-Majmu' Syarhul Muhadzdzab, juz, VII, halaman 7).
Pendapat kedua, yaitu menurut Al-Bandaniji dan Abu Ishaq Asy-Syirazi dalam kitab At-Tanbih yang menyebut ketika naiknya matahari sudah masuk waktu sholat Id.
وَالثَّانِيُّ) أَنَّهُ يَدْخُلُ بِارْتِفَاعِ الشَّمْسِ وَبِهِ قَطَعَ البَنْدَنيِجِيُّ وَالْمُصَنِّفُ فِي التَّنْبِيهِ وَهُوَ ظَاهِرُ كَلَامِ الصَّيْدَلَانِىُّ وَالْبَغَوِىُّ وَغَيْرُهُمَا
Artinya: "Pendapat kedua menyatakan bahwa masuknya waktu shalat Id adalah ketika naiknya matahari. Pendapat ini ditegaskan oleh Al-Bandaniji dan Abu Ishaq Asy-Syirazi dalam kitab At-Tanbih. Pendapat ini zhahirnya adalah ucapan Ash-Shaidalani, Al-Baghawi dan selain keduanya," (Lihat Muhyiddin Syarf An-Nawawi, Al-Majmu' Syarhul Muhadzdzab, juz VII, halaman 7).
Dari kedua pendapat tersebut, batas awal atau waktu sholat Idul Fitri dimulai ketika matahari terbit, yaitu pada saat pagi hari. Sedangkan batas akhir melaksanakan sholat Idul Fitri adalah ketika tergelincirnya matahari.
Di Indonesia, waktu pelaksanaan sholat Idul Fitri dapat berbeda dengan daerah satu dan lainnya. Namun, biasanya pelaksanaan sholat Idul Fitri dimulai pukul 06.00 hingga 08.00.
Pengerjaan di luar rentang ini, disarankan untuk tidak melaksanakan sholat Idul Fitri karena akan melewati waktu yang diperbolehkan menurut syariat.
Tata cara melaksanakan sholat Idul Fitri
Sholat Idul Fitri dilaksanakan sebanyak dua rakaat. Berikut tata cara melaksanakan sholat Idul Fitri yang bisa dijadikan panduan.
Rakaat pertama:
- Membaca niat sholat Idul Fitri sebagai imam/makmum: "Usholli sunnatal 'Eidil Fitrti raka'ataini ima'man/ma'muman lillahi ta'ala"
- Setelah itu takbiratul ihram.
- Membaca takbir sebanyak 7 kali: Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar, wa lâ haula walâ quwwata illâ billâhil 'aliyyil azhîm.
- Kemudian, dilanjutkan dengan bacaan Al-Fatihah dan surat pendek (dianjurkan membaca Surat Al A'la).
- Rukuk dan sujud seperti biasa.
Rakaat kedua:
- Bangkit dari sujud terakhir pada rakaat pertama.
- Dilanjutkan dengan takbir tambahan sebanyak 5 kali: Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar, wa lâ haula walâ quwwata illâ billâhil 'aliyyil azhîm.
- Kemudian dilanjutkan dengan bacaan Al-Fatihah dan surat pendek (dianjurkan membaca Surat Al Ghasyiyah).
- Terakhir rukuk, sujud, hingga salam.
Demikian penjelasan mengenai waktu pelaksanaan sholat Idul Fitri di 1 Syawal.
(avd/fef)