Jakarta, CNN Indonesia --
Keluarga Ray Sahetapy menjabarkan rencana pemakaman mendiang aktor kawakan tersebut yang meninggal dunia dalam usia 68 tahun pada Rabu (2/4).
Ray Sahetapy akan dimakamkan setelah anak mendiang, Surya Sahetapy yang tinggal di Amerika Serikat, tiba di Indonesia. Rencananya, Ray akan dimakamkan pada Jumat (4/4) di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rencana karena menunggu anaknya yang dari Amerika Serikat," kata Charly di Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (2/4).
"Si Surya rencana hari Kamis mungkin jam 10 malam dia baru tiba, jadi hari Jumat akan dimakamkan. Rencananya di Tanah Kusir, Jumatnya belum tahu saya jam berapa," lanjutnya.
Charly mengklaim Ray Sahetapy berkeinginan untuk dimakamkan di pemakaman keluarga mereka di Sulawesi. Namun keinginan tersebut bertentangan dengan anak-anak Ray yang ingin mendiang dimakamkan di Tanah Kusir.
Keluarga menjabarkan rencana pemakaman Ray Sahetapy yang meninggal dunia dalam usia 68 tahun pada Rabu (2/4). (CNN Indonesia/Kiky Makkiah)
"Anak-anak soalnya yang minta untuk dimakamkan di sini [Jakarta]. Benar dia [Ray Sahetapy] yang minta [dimakamkan di Sulawesi]. Jadi itu sudah lama," lanjutnya. "Karena kami punya keluarga Sahetapy Nelwan. Nelwan itu Manado, Sahetapy [dari] Ambon,"
"Ada makam khusus di sana, dari kakek nenek saya, kemudian ayah, ibu saya, di situ. Dia minta juga di situ," kata Charly.
"[Dia bilang] Saya nanti akan kembali di sini'. Sudah berulang-ulang sama saudara-saudara dia omong juga begitu. Tapi anak-anaknya, mereka juga ingin nanti bersihin kuburannya," papar Charly.
Menghadapi perbedaan tersebut, mereka akhirnya menemukan titik tengah. Mendiang Ray Sahetapy akan dimakamkan di Jakarta untuk sementara waktu, baru kemudian akan dipindahkan ke Sulawesi.
"[Akhirnya] kita kasih waktu 1-2 tahun. Nanti sesuai dengan amanah dia, mungkin kita akan pindahin ke sana. Mungkin ya, nanti dilihat perkembangan," papar Charly Sahetapy.
"Dua tahun kan cukup lama. Jadi, kami lihat perkembangan itu. Jadi kami tetap masih ikuti apa keinginan anak-anaknya dulu," lanjutnya.
Sebelum meninggal dunia pada Selasa (1/4) pukul 21.04 WIB, Ray Sahetapy sempat dikabarkan sedang berjuang pulih dari penyakit stroke yang ia alami sejak 2023.
Aktor bernama lengkap Ferenc Raymon Sahetapy itu lahir pada 1 Januari 1957. Ia merupakan salah satu aktor paling populer dan disegani pada generasinya dengan sering memerankan pria kompleks dengan nuansa dan karakter yang dalam.
Ia debut layar lebar lewat film Gadis (1980) garapan sutradara Nya' Abbas Akup yang juga mempertemukannya dengan Dewi Yull hingga keduanya menikah pada 16 Juni 1984.
Namun, Ray Sahetapy bercerai dengan Dewi Yull pada 2004, setelah mereka dikaruniai empat anak, yakni Panji Surya, Gizca Puteri Agustina Sahetapy, Rama Putra, dan Mohammad Raya Sahetapy.
Pada tahun yang sama, Ray Sahetapy kemudian menikah dengan Sri Respatini Kusumastuti. Sedangkan Dewi Yull menikah dengan Srikaton pada 2008.
Namun pada 2010, Gisca Putri Agustina Sahetapy meninggal dunia pada 11 November saat berusia 28 tahun, akibat penyakit radang otak.
Dalam beberapa tahun terakhir, Ray Sahetapy membintangi sejumlah film, seperti Nagabonar Reborn dan Darah Daging pada 2019, Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 dan 100% Halal pada 2020, serta Jin Khodam dan Kutukan Peti Mata pada 2023.
Sepanjang karier, Ray Sahetapy mendapatkan nominasi Piala Citra FFI sebanyak tujuh kali dengan enam di antaranya untuk kategori Aktor Terbaik.
(frl/end)