Jakarta, CNN Indonesia --
Marselino Ferdinan sudah kembali ke Slovakia; AS Trencin. Bagaimana karier lanjutan mutiara muda dari Surabaya ini?
Musim ini, Trencin hanya tinggal melakoni lima pertandingan lagi. Karena baru pulih dari cedera, tidak ada jaminan bahwa pemuda 21 tahun ini akan dapat menit bermain.
Apalagi Trencin sedang berjuang selamat dari degradasi. Saat ini Trencin bersaing dengan lima tim lainnya pada babak relegation. Saat ini Trencin berada di peringkat ketiga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun menit main Marceng, sapaan akrab Marselino, bersama Trencin baru 64 menit pada musim 2025/2026 ini. Marselino main 63 menit di Liga Slovakia dan 1 menit di Piala Slovakia.
Dan, masa peminjaman Marselino dari Oxford United di AS Trencin akan berakhir pada musim ini. Belum ada penawaran penawaran perpanjangan kontrak pula dari Oxford.
Saat ini Marselino dalam status bebas transfer. Ia bebas menentukan pilihannya ke mana saja. Oxford dan Trencin tidak bisa menahan Marselino menjalin kontak dengan klub manapun.
Dengan statistik penampilan hanya 63 menit selama musim ini, adakah klub Eropa yang berminat kepada Marselino? Dengan usia 21, tidak masuk kategori wonderkid lagi di Eropa, Marselino di persimpangan.
Akankah mantan pemain Persebaya ini mengikuti kisah Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman kembali ke dalam negeri, atau tetap merantau seperti Asnawi Mangkualam dan Pratama Arhan?
Pada titik inilah Marselino harus menetapkan garis imajiner. Yang dimaksud dengan garis imajiner adalah garis khayal sebagai acuan melakukan melakukan tindakan lanjutan.
Bisa dibilang, Marselino sedang merana di Eropa. Ia bertahan sendirian di tengah kerasnya persaingan talenta muda Eropa dan harus melawan kesepian dalam perantauan.
Sejak akhir tahun lalu Marselino dibekap cedera. Ia menjalani operasi lantas pemulihan. Kini Marselino sudah pulih, tetapi belum dalam kondisi fisik 100 persen untuk bertanding di lapangan.
Karena itu keberadaan Marselino di Trencin, saat ini, menjadi titik tolok. Sisa pertandingan musim ini bisa menjadi sarana pegas untuk bangkit dari situasi, yang mungkin saja, terbilang kelam.
Terakhir, kepada siapa Marselino mencari saran dan masukan. Kata-kata orang yang membimbingnya akan menentukan karier selanjutnya. Inilah titik tolok dari garis imajiner Marselino.
(abs)
Add
as a preferred source on Google

















































