Pengusaha Ingin RI Jadi Penentu Harga Kopi Dunia

3 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Pengusaha mendorong Indonesia mengambil peran lebih besar dalam perdagangan kopi global, termasuk menjadi penentu harga.

Saat ini, penentuan harga masih berkiblat ke Inggris sebagai pusat transaksi.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyebut gagasan itu sejalan dengan posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi juga ada bicara sedikit soal koteka (kopi, teh dan kakao). Selama ini koteka ini selalu pasar perdagangannya di Inggris. Kita menjajaki mungkin enggak misalnya paling tidak mulai dari kopi, di mana kita istilahnya nomor tiga terbesar di dunia selain Brasil, Kolombia, pusat perdagangannya bisa di Indonesia," ujar Anindya usai menemui Menteri Perdagangan Budi Santoso di Kemendag, Jakarta Pusat, Senin (12/1).

Ia menilai Indonesia memiliki kelengkapan varietas kopi yang menjadi modal kuat untuk mendorong pusat perdagangan berada di dalam negeri.

"Kita kan lengkap dari arabika, robusta sampai kopi luwak pun juga ada," katanya.

Anindya mengatakan dorongan tersebut juga didukung oleh meningkatnya permintaan kopi di pasar domestik. Menurutnya, kopi telah lama menjadi komoditas unggulan dan terus berkembang dari sisi produksi hingga ritel.

"Jadi kopi ini memang suatu komoditas yang unggulan kita ya. Sudah lama tapi makin besar. Dan kita lihat lah di dalam negeri, bisa dilihat bukan saja produsernya, tapi juga retailernya juga sudah berkembang," ucapnya.

Dengan skala pasar domestik yang besar, Anindya menyebut wajar jika Indonesia mulai berupaya menentukan harga di pasar global.

"Sama seperti komoditas-komoditas lain, kalau skala ekonomi ya ada di Indonesia. Masuk akal kita juga bermimpi atau berupaya supaya pasar perdagangan itu harganya ditetapkan oleh Indonesia," katanya.

Ia mengakui upaya tersebut tidak mudah karena selama ini penetapan harga berada di luar negeri. Namun, menurutnya, sebagai negara dengan basis produksi yang kuat, Indonesia layak memperjuangkan posisi tersebut.

Selain nilai tambah perdagangan, sektor kopi juga dinilai menyerap banyak tenaga kerja dan sejalan dengan agenda hilirisasi pertanian yang tengah didorong pemerintah.

[Gambas:Video CNN]

(del/sfr)

Read Entire Article
Entertainment |