tim | CNN Indonesia
Kamis, 26 Mar 2026 14:00 WIB
Ilustrasi pesawat British Airways. (Foto: Wikipedia)
Jakarta, CNN Indonesia --
Penerbangan panjang atau jarak jauh British Airways terganggu setelah munculnya bau busuk yang berasal dari salah satu penumpang yang meninggal di pesawat.
Durasi penerbangan selama 14 jam tersebut semakin terasa lama, karena penumpang terus mengeluhkan bau busuk yang tercium di kabin pesawat.
Penerbangan itu tetap dilanjutkan meskipun seorang wanita mendadak meninggal dunia di atas pesawat BA32 tersebut pada Minggu (15/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesawat lepas landas dari Hong Kong dan menuju London Heathrow, Inggris. Selang beberapa saat tak lama setelah pesawat mengudara, seorang wanita berusia 60 tahunan dinyatakan meninggal dunia.
Kendati demikian, penerbangan jarak jauh ini tetap diteruskan dan tidak ada pendaratan darurat. Hal ini karena penumpang yang telah meninggal atau mayat di dalam pesawat dianggap sebagai situasi yang tidak darurat.
Sementara itu, jika merujuk pada pedoman dari International Air Transport Association (IATA), ketika seseorang dinyatakan meninggal, maka mayatnya harus dipindahkan ke kursi yang terisolasi, ditempatkan kembali di kursi mereka sendiri, atau dipindahkan ke area lain yang tidak menghalangi lorong dan pintu keluar atas kebijaksanaan kru.
Setelah dipastikan penumpang meninggal dunia, kru berdiskusi terkait tindakan apa yang harus mereka lakukan terhadap mayatnya. Ide awalnya jenazah tersebut akan dikunci di dalam toilet, tetapi usulan ini ditolak oleh kru.
Akhirnya, diputuskan agar mayat penumpang tersebut dibungkus (diisolasi) dan diletakkan di area dapur pesawat atau galley.
"Jadi mereka harus mengisolasi mayatnya, membungkusnya dengan bahan, dan memindahkannya ke dapur di belakang pesawat," kata sebuah sumber kepada The Sun, mengutip Independent.
Namun, mungkin tak diperhitungkan oleh kru, bahwa galley adalah ruangan yang lantainya dilengkapi dengan pemanas.
Pemanasan ini memicu proses alami yang lebih cepat, sehingga jenazahnya lebih cepat mengeluarkan bau busuk yang menyengat dan menyebar ke seisi kabin.
Penumpang yang mencium bau tak sedap ini mulai mengeluh, tapi setidaknya penerbangan jarak jauh yang memiliki durasi panjang ini sebentar lagi sampai tujuan. Namun tetap saja penerbangan jadi tidak nyaman akibat insiden tersebut.
"Yang diabaikan oleh beberapa kru, Galley memiliki lantai yang dipanaskan. Menjelang akhir penerbangan ada klaim bahwa bau busuk menyebar di ruangan itu," lanjutnya.
Pesawat Airbus A350-1000 penerbangan maskapai British Airways tersebut mendarat di London Heathrow pada pukul 04.52 pagi waktu setempat. Tercatat ada 331 penumpang di dalamnya, mereka diminta untuk diam di tempat selama 45 menit ketika polisi melakukan penyelidikan tepat setelah pesawat mendarat.
Jenazah akhirnya dievakuasi oleh pihak yang berwenang, setelah itu seluruh penumpang turun meninggalkan pesawat dengan bau busuk tersebut. Sementara itu pihak maskapai mengatakan bahwa prosedur yang diambil oleh kru dalam insiden ini sudah tepat.
"Seorang pelanggan dengan sedih meninggal di atas pesawat, kami berbelasungkawa untuk keluarga dan teman-temannya di masa yang sulit ini. Kami mendukung kru kami, dan semua prosedur diikuti dengan benar," jelas juru bicara British Airways.
(ana/wiw)
Add
as a preferred source on Google




































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5440135/original/042410700_1765423920-IMG-20251210-WA0008.jpg)












