Perusahaan Jepang Ubah Citra Tahu, Tak Lagi Membosankan tapi 'Macho'

5 hours ago 4

CNN Indonesia

Selasa, 24 Mar 2026 22:30 WIB

Sebuah perusahaan Jepang mengubah citra tahu dari makanan yang membosankan menjadi makanan yang 'macho'. Ilustrasi. Sebuah perusahaan makanan Jepang mengubah citra tahu dari makanan yang membosankan jadi makanan bernuansa maskulin. (iStock)

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah perusahaan Jepang mengubah citra tahu dari makanan yang membosankan menjadi makanan yang 'macho'. Sentuhan maskulin ini membuat perusahaan menghasilkan pendapatan tahunan lebih dari 6 miliar yen.

Tahu banyak ditemukan dalam kuliner Jepang. Namun di awal abad 21, banyak produsen tahu Jepang menghadapi risiko kebangkrutan akibat persaingan harga yang ketat dan homogenisasi produk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tengah gejolak ini, Shingo Ito, akuntan yang beralih jadi pengusaha, mengambil alih bisnis tahu sang ayah. Dia ingin merevolusi tahu. Tahu yang awalnya murah dan membosankan menjadi maskulin dan keren.

Tahu yang dikenal sekarang sebenarnya memiliki sejarah yang kaya dan membentuk citra tertentu yang begitu lekat.

Jepang mengenal tahu dari China semasa Dinasti Tang. Selama periode Edo (1601-1868), diberlakukan langkah penghematan untuk mengatasi krisis keuangan. Kelas samurai diarahkan untuk mengenakan pakaian katun dan mengonsumsi tahu yang ekonomis demi bertahan hidup.

Sejak saat itu, tahu identik dengan harga terjangkau, sering dianggap sebagai makanan yang membosankan, dan sumber protein utama di Jepang.

Tahu punya peran penting dalam masakan tradisional juga hidangan modern seperti sup miso dan agedashi tofu.

Kemasan inovatif

Seperti dilaporkan SCMP, Ito memulai inovasinya dengan meninggalkan cetakan tradisional. Ia membentuk tahu seperti papan dayung dan tetesan air mata.

Kemudian ia juga menciptakan tahu ultra-lembut dengan tekstur mirip puding sehingga perlu sendok untuk dikonsumsi.

Sup miso/foto: freepik/wahyu_tIlustrasi. Tahu memainkan peran penting dalam hidangan-hidangan khas Jepang termasuk sup miso. (freepik/wahyu_t)

Tahu dikemas dengan kemasan yang memungkinkan tahu secara bertahap mengeluarkan kelebihan air selama pengiriman dan display di toko. Seiring waktu, tahu akan mengeras.

Ito memasarkan tahunya dengan jenama "Otokomae Tofu" yang berarti tahu jantan. Pada kemasan juga terdapat gambar karakter pria.

Langkahnya cukup berbeda dengan produsen tahu lain yang memasarkan tahu dengan citra ibu rumah tangga yang lembut dan sederhana.

Meski dipasarkan dengan mengambil karakter pria, Ito, dalam sebuah wawancara dengan media lokal, mengungkapkan kekagumannya akan "kualitas maskulin" pada wanita.

"Otokomae Tofu" pun mengusung tagline "Orang yang benar-benar tampan tidak akan pernah mengecewakan Anda". Produk tahu diharapkan dapat menjadi bahan masakan andal dan luar biasa.

Sementara itu, pada Juli 2004, Ito meluncurkan tahu berbentuk papan selancar yang diberi nama "Johnny". Produk ini pun jadi produk tahu Jepang pertama yang menggunakan nama Barat.

"Johnny" muncul sebagai produk paling ikonik "Otokomae Tofu" dengan penjualan harian mencapai 51 ribu kotak.

Setahun kemudian, Ito keluar dari perusahaan sang ayah dan secara resmi mendirikan jenama Otokomae Tofu.

Dari tahu, "Johnny" berkembang menjadi produk-produk merchandise seperti seragam olahraga sekolah, tas kanvas, dan handuk mandi.

(els)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |