PKB dan Demokrat Dorong Opsi Penarikan TNI di Lebanon

3 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKB, Oleh Soleh meminta TNI membuka opsi menarik pasukan perdamaian RI di Lebanon (UNIFIL) usai insiden tiga prajurit tewas karena serangan Israel.

Soleh menilai pemerintah harus merespons serius insiden itu. Menurut dia, kasus itu harus diusut tuntas dan transparan.

"Ini bukan sekadar insiden biasa. Gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian adalah persoalan serius yang harus menjadi perhatian khusus negara," ujar Soleh dalam keterangannya, Senin (6/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menuturkan masalah itu harus dibahas di Komisi I DPR selaku mitra pemerintah di bidang pertahanan. Menurut Dia, DPR akan mempertimbangkan sejumlah opsi, termasuk mengevaluasi dan mendorong TNI untuk menarik pasukan.

"Salah satunya, kemungkinan penarikan seluruh prajurit TNI dari misi UNIFIL. Intinya, penugasan ini harus dievaluasi secara serius menyusul gugurnya tiga prajurit kita," ujar Soleh.

Soleh menilai insiden tersebut menjadi tamparan keras bagi Indonesia, bukan hanya dalam pasukan perdamaian PBB, namun juga keterlibatan dengan Board of Peace (BoP) yang dibentuk Donald Trump.

Menurut Soleh, Indonesia bukan tidak mungkin akan kembali menjadi korban di Gaza jika insiden di Lebanon tak direspons dengan tegas.

"Ke depan, pemerintah harus benar-benar memperhitungkan aspek keamanan dan keselamatan prajurit sebelum memutuskan keterlibatan dalam misi perdamaian di wilayah konflik aktif," ujarnya.

Sikap serupa diutarakan Wakil Ketua Komisi I DPR Fraksi Demokrat Anton Sukartono Suratto. 

Ia mengatakan pemerintah bisa mempertimbangkan usulan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang meminta PBB menghentikan penugasan UNIFIL di Lebanon untuk mengutamakan keselamatan prajurit.

Menurut Anton langkah evaluasi menyeluruh terhadap keberlanjutan misi termasuk opsi penarikan pasukan merupakan bentuk tanggung jawab negara.

"Pasukan Indonesia hadir bukan untuk berperang, melainkan untuk menjaga stabilitas dan mendukung proses perdamaian di kawasan konflik. Pasukan perdamaian seharusnya hadir di area post-conflict, bukan saat terjadinya konflik," kata Anton kepada wartawan, Senin, dikutip dari detikcom.

Indonesia telah mendesak PBB untuk mengaktifkan rencana darurat dan evakuasi demi melindungi Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon (UNIFIL), usai insiden tiga prajurit TNI yang tewas.

Wakil Tetap RI untuk PBB di New York Umar Hadi menyampaikan pernyataan tersebut dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB pada Selasa (31/3).

Di tengah meningkatnya permusuhan, Umar menegaskan Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal harus segera menerapkan langkah-langkah darurat untuk memastikan perlindungan penuh bagi personel dan aset UNIFIL.

"Ini termasuk peninjauan protokol pengaturan keamanan, dan pengaktifan rencana darurat dan evakuasi yang sesuai dengan perkembangan di lapangan," kata dia.

Sementara, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memerintahkan prajurit TNI yang tengah melaksanakan misi perdamaian di Lebanon untuk masuk ke bunker dan tidak melaksanakan kegiatan di luar.

Agus melakukan video call dengan Komandan Satgas Yonmek XXIII-S/UNFIL, Lebanon dan membagikan momen itu di Instagram pribadinya.

"Jaga moril prajurit yang ada di sana, tetap laksanakan pengamanan intern ya, masuk ke bunker-bunker, dan tidak ada kegiatan lagi keluar, dan jaga moril prajurit supaya tetap semangat ya, makasih, semangat bertugas," kata Agus dikutip Sabtu (4/4).

(thr/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |