Jakarta, CNN Indonesia --
Film live-action Snow White mendapat banyak reaksi negatif dari kalangan kritikus film setelah resmi tayang di bioskop pada pekan ini. Snow White dianggap gagal mengerjakan ulang film Snow White and the Seven Dwarfs (1937) yang legendaris.
Penilaian miring sejumlah kritikus itu pun terhimpun di situs Rotten Tomatoes. Menurut data situs itu per Jumat (21/3), Snow White hanya mencetak skor kritikus 46 persen dari 149 ulasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angka itu jauh di bawah remake live-action Disney Princess lainnya, seperti Cinderella (2015) dengan 84 persen, Mulan (2020) yang meraih 71 persen, atau Beauty and the Beast (2017) dengan 71 persen.
Sebagian besar catatan kritikus tertuju pada kualitas Snow White secara umum. Film musikal fantasi itu dianggap hambar dan biasa-biasa saja.
Rafer Guzman, kritikus Newsday, menilai Snow White kelak mudah dilupakan, apalagi kalau dibandingkan dengan versi aslinya yang telah terbukti tidak lekang zaman.
Kritikus lainnya, seperti Manohla Dargis dari New York Times, menganggap Snow White relatif medioker dan serba tanggung.
"Puluhan tahun dari sekarang, akankah ada yang ingat tentang apa yang Disney coba lakukan di film ini? Mungkin tidak, tetapi saya meyakini versi orisinal 1937 masih akan bertahan," Rafer Guzman dari Newsday, Kamis (20/3).
"Tidak cukup bagus untuk dikagumi atau cukup buruk untuk ditertawakan; sifat mediokernya menjadi yang paling menonjol," Manohla Dargis dari NY Times.
Pujian untuk Rachel Zegler
Kritikan bernada serupa juga diungkapkan oleh kritikus film lainnya. Namun, beberapa ulasan itu masih memuji penampilan Rachel Zegler yang memerankan Snow White.
Zegler dikagumi karena berhasil memancarkan pesona di tengah eksekusi cerita yang tidak spesial, seperti yang diutarakan David Rooney dalam ulasannya di The Hollywood Reporter.
Ulasan lain dari Jacob Oller di AV Club juga mengapresiasi Rachel Zegler sebagai bintang yang masih sanggup bersinar meski Snow White tidak mengangkat cerita dengan perspektif jelas.
Sementara itu, ada pula kritikus yang tetap memuji Snow White. Sebut saja komentar Brian Truitt dari USA Today yang menilai film ini sanggup relevan dengan zaman meski mengusung cerita klasik.
"Jika dianggap seperti template cerita soal pemberdayaan perempuan ala dongeng modern, ini terasa tanggung. Namun, pesona Zegler sanggup terpancar dengan keyakinan dan hati," ungkap David Rooney.
"Sebuah perspektif membingungkan terhadap film yang keberhasilannya mengandalkan keanggunan. Namun, terima kasih kepada Rachel Zegler, ada talenta yang masih bersinar di tengah kekacauan," tulis Oller dari AV Club.
"Snow White berhasil menemukan relevansi modern di tengah materi lama," tutur Brian Truitt.
Snow White diarahkan Marc Webb dari skenario karya Erin Cressida Wilson. Marc Webb dikenal sebagai sutradara (500) Days of Summer (2009). The Amazing Spider-Man (2012), The Amazing Spider-Man 2 (2014), hingga Gifted (2017).
Selain Rachel Zegler sebagai pemeran utama, film ini juga turut dibintangi Andrew Burnap, Ansu Kabia, Patrick Page, hingga para pengisi suara karakter Dwarf.
Sebelum tayang, Snow White diterpa berbagai kontroversi yang ramai disorot publik. Sebut saja terpilihnya Rachel Zegler sebagai Snow White, perubahan cerita, dan Gal Gadot yang menyatakan dukungan terhadap Israel.
Snow White tayang sejak 19 Maret di bioskop Indonesia.
(frl/chri)