Jakarta, CNN Indonesia --
Indonesia resmi mengajukan budaya tempe, teater Mak Yong, dan kesenian tradisional Jaranan untuk masuk dalam daftar warisan budaya takbenda kemanusiaan UNESCO atau Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu (30/3), Kementerian Kebudayaan mengatakan pengajuan teater Mak Yong merupakan ekstensi dari Mak Yong Malaysia, dan Jaranan diajukan sebagai usulan bersama dengan Suriname.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia berkomitmen untuk menjaga warisan budaya takbenda, dan kami telah meratifikasi Konvensi 2003 untuk menjaga warisan budaya takbenda dan terus secara aktif mendaftarkan berbagai elemen tradisi budaya kita dalam daftar Intangible Cultural Heritage UNESCO," kata Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.
"Kami percaya bahwa pengakuan internasional bukanlah tujuan akhir, tetapi cara untuk memastikan bahwa tradisi ini dilestarikan, dirayakan, dan diwariskan," lanjutnya.
Kemenbud mengatakan proses panjang telah dilakukan sebelum ketiga warisan budaya tersebut diajukan, mulai dari dukungan komunitas budaya, penyusunan dokumen oleh komunitas, akademisi, dan pemerintah daerah. Budaya tempe juga pada Juni 2024 sudah diajukan untuk masuk daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO.
Setelah penyusunan dokumen, ada kajian literatur, survei lapangan, wawancara, dan dokumentasi mendalam. Hasil kajian dalam dokumen nominasi itu kemudian disusun sesuai persyaratan dari UNESCO dan diajukan sebelum tenggat waktu pengusulan yang jatuh pada 31 Maret 2025.
Selepas pengajuan, dokumen tersebut akan dievaluasi oleh badan evaluasi UNESCO.
Kementerian Kebudayaan RI menyebut, pengajuan budaya pembuatan tempe diajukan karena merupakan warisan nenek moyang bangsa Indonesia dan tetap lestari hingga saat ini.
Budaya membuat dan konsumsi tempe disebut sudah tercatat dalam Serat Centhini, naskah sastra Jawa dari abad ke-19 yang mengisahkan kehidupan masyarakat Jawa pada abad ke-16 dan menyebut tempe sudah dikonsumsi jauh sebelum itu.
"Tempe bukan sekadar makanan sehari-hari bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga mencerminkan pengetahuan, budaya dan teknologi pangan tradisional yang terus hidup dan berkembang," kata Fadli.
"Masuknya Budaya Tempe dalam daftar Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO akan semakin memperkuat tempe sebagai warisan budaya yang harus dijaga, sekaligus mendorong kesadaran global akan nilai budaya, manfaat gizi dan kesehatan, serta keberlanjutannya," lanjutnya.
Sementara terkait teater Mak Yong yang diajukan melalui mekanisme ekstensi budaya, hal itu dilakukan karena Mak Yong asal Malaysia sudah masuk dalam Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO pada 2008.
Lanjut ke sebelah...