Senator AS Pecahkan Rekor: 25 Jam Pidato Berdiri, Protes Donald Trump

1 day ago 3

CNN Indonesia

Rabu, 02 Apr 2025 12:51 WIB

Senator AS Cory Booker memecahkan rekor pidato Senat AS terpanjang. Selama lebih dari 25 jam, Booker melontarkan protes pada Donald Trump. Senator AS Cory Booker memecahkan rekor pidato Senat AS terpanjang. Selama lebih dari 25 jam, Booker melontarkan protes pada Donald Trump. (REUTERS/Kevin Lamarque)

Jakarta, CNN Indonesia --

Senator Amerika Serikat Cory Booker memecahkan rekor pidato Senat AS terpanjang untuk melontarkan protes pada kebijakan Presiden Donald Trump.

Senator dari Partai Demokrat ini berpidato sejak Senin (31/3) dan berlangsung sampai Selasa (1/4) atau 25 jam lebih. Selama itu pula Booker ia berdiri dan bahkan tidak jeda ke kamar kecil.

Booker mengambil alih komando di ruang sidang pada Senin pukul 19.00 waktu setempat. Dengan lantang ia memprotes habis-habisan kebijakan Trump dan menyebutnya tindakan "inkonstitusional".

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jangan biarkan mereka mengatakan ini adalah persoalan partisan. Bukan. Ini bukan soal kiri atau kanan. Ini benar atau salah. Amerika, ini adalah momen moral. Apakah Konstitusi hidup di hati Anda?" ujar Booker seperti dilaporkan France24.

Dalam pidatonya, ia mengecam pemotongan biaya Trump yang membuat Elon Musk, memangkas seluruh program pemerintah tanpa persetujuan Kongres.

Pria berusia 55 tahun ini berkata perebutan kekuasaan eksekutif telah membahayakan demokrasi AS.

"Hanya dalam 71 hari presiden AS telah menimbulkan begitu banyak kerusakan pada keselamatan, stabilitas keuangan, dan fondasi inti demokrasi kita," kata Booker.

Di sela pidatonya yang menggebu dan serius, Booker masih menyempatkan diri bercanda.

"Saya ingin melewati (rekor) ini dan kemudian saya akan mengatasi beberapa kebutuhan biologis yang saya rasakan," katanya.

Pidato Booker mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Strom Thurmond dari Carolina Selatan, yang melakukan filibuster selama 24 jam 18 menit terhadap Undang-Undang Hak Sipil pada 1957.

Tindakan Booker ini menjadi momen pertama kalinya Demokrat sengaja menghambat pekerjaan Senat pada periode Trump menjabat.

Meski demikian, pidato Booker tidak benar-benar menghalangi Partai Republik untuk menyelenggarakan pemungutan suara di Senat. 

(els/vws)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |