Tak Ada Over Imunisasi, Vaksin Campak Aman untuk Injeksi Ulang

8 hours ago 1

CNN Indonesia

Senin, 27 Apr 2026 11:15 WIB

Ahli IDAI menegaskan vaksin campak aman diulang. Imunisasi tambahan justru memperkuat perlindungan, termasuk pada orang dewasa. Ilustrasi. Vaksin campak aman untuk diinjeksi berulang. (istockphoto/Natalya Maisheva)

Jakarta, CNN Indonesia --

Di tengah meningkatnya kasus campak, kekhawatiran soal vaksin yang diberikan lebih dari sekali masih kerap muncul, terutama pada orang dewasa yang merasa sudah pernah imunisasi saat kecil.

Padahal, ahli menegaskan tidak ada istilah 'over imunisasi' untuk vaksin campak. Justru, pemberian ulang dapat membantu meningkatkan perlindungan tubuh.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Hartono Gunardi, menyampaikan bahwa imunisasi ulang aman dilakukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada (over imunisasi). Justru dengan imunisasi ulang, lebih baik karena imunitas yang sudah terbentuk dari vaksin sebelumnya bisa meningkat kembali sehingga jadi lebih baik," ujar Hartono dalam acara Temu Jurnalis Pekan Imunisasi Dunia 2026 di Jakarta, Kamis (23/4).

Hartono juga menjelaskan bahwa dalam program pemerintah, vaksin campak diberikan dalam bentuk vaksin MR (measles-rubella).

"Satu dosis vaksin memberikan perlindungan sekitar 85 persen, sementara dua dosis bisa meningkatkan perlindungan hingga sekitar 97 persen," jelasnya.

Hal ini menunjukkan bahwa imunisasi bukan hanya soal pernah atau tidak, tetapi juga soal kelengkapan dosis.

Imunisasi campak pun tidak hanya relevan untuk anak-anak. Pada orang dewasa, vaksinasi ulang bisa dipertimbangkan, terutama jika status imunisasi tidak jelas atau belum lengkap.

"Kalau tidak yakin sudah pernah imunisasi atau belum lengkap, lebih baik diimunisasi," kata Hartono.

Langkah ini menjadi lebih penting dalam kondisi tertentu, seperti saat terjadi kejadian luar biasa (KLB) campak, tinggal di wilayah dengan kasus tinggi, atau pada individu dengan daya tahan tubuh yang menurun.

Seiring waktu, kekebalan tubuh memang bisa berkurang. Kondisi seperti kelelahan, stres, atau aktivitas berlebih juga dapat memengaruhi daya tahan tubuh seseorang.

"Individu dengan daya tahan tubuh yang rendah lebih berisiko terinfeksi, apalagi jika terpapar dengan anak-anak yang belum terlindungi," ujarnya.

Aktris Maudy Koesnaedi, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengaku sempat bingung soal kebutuhan imunisasi ulang di usia dewasa.

"Kadang kita pikir sudah divaksin waktu kecil, tapi ternyata perlu dicek lagi. Apalagi sekarang kasusnya meningkat, jadi penting untuk mendapat pendampingan dari tenaga kesehatan," ujarnya.

Dengan masih adanya jutaan anak di Indonesia yang belum mendapat imunisasi lengkap, upaya meningkatkan cakupan vaksinasi menjadi semakin penting. Perlindungan pun tidak berhenti di masa kanak-kanak, orang dewasa juga perlu memastikan status imunisasinya tetap optimal.

Jika ragu, langkah paling sederhana adalah memeriksa catatan imunisasi atau berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Imunisasi bukan hanya soal melindungi diri sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitar, tanpa perlu khawatir soal 'kebanyakan' vaksin.

(anm/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |