Jakarta, CNN Indonesia --
Iran mengirim proposal gencatan senjata dengan Amerika Serikat usai menolak usulan Pemerintahan Donald Trump dan gencatan senjata sementara.
Kantor berita media Iran, IRNA, melaporkan pemerintah yang berbasis di Teheran mengirim proposal mereka ke Pakistan selaku mediator untuk diteruskan ke AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usulan Iran terdiri dari 10 poin di antaranya menolak gagasan gencatan senjata sementara dan menekankan perlunya pengakhiran perang secara permanen sesuai dengan syarat-syarat yang diajukan Iran, demikian dikutip Middle East Monitor, Selasa (7/4).
Proposal itu juga mencakup penghentian permusuhan di kawasan, kerangka kerja yang memastikan jalur aman melalui Selaf Hormuz, membayar ganti rugi dan rekonstruksi yang disebabkan gempuran AS-Israel, serta pencabutan sanksi.
Sebelum Iran mengirim proposal tersebut, salah satu pejabat AS juga sempat mengatakan para negosiator sedang membahas gencatan senjata sementara selama 45 hari.
Proposal Iran juga dikirim setelah AS mengusulkan poin terbaru. Poin itu mencakup penghentian program nuklir dan rudal balistik Iran dan menyerahkan seluruh uranium yang diperkaya.
Namun, di tengah sesumbar negosiasi itu, Trump justru berulang kali melontarkan ancaman bakal menjadikan Iran neraka.
Terbaru, Trump mengultimatum Iran membuka rute perdagangan minyak global Selat Hormuz. Jika, Teheran men .olak maka AS akan menggempur habis-habisan.
Batas akhir ultimatum itu hari ini, Selasa 7 April pukul 20.00 waktu Iran.
"Buka Selat sialan itu, brengsek atau Anda akan hidup di neraka. LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah [Praise to be Allah/Alhamdulillah]," tulis Trump di Social Truth.
(isa/bac)
Add
as a preferred source on Google































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5440135/original/042410700_1765423920-IMG-20251210-WA0008.jpg)


















