Trump Klaim Loyalis Dukung AS Bombardir Venezuela dan Tangkap Maduro

1 day ago 5

CNN Indonesia

Senin, 05 Jan 2026 13:35 WIB

Presiden Donald Trump mengeklaim para loyalis dia mendukung operasi AS menggempur Caracas, hingga menangkap Presiden Nicolas Maduro pada akhir pekan lalu. Presiden AS Donald Trump klaim didukung loyalis serang Venezuela tangkap Presiden Nicolas Maduro. (AFP/KAMIL KRZACZYNSKI)

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Donald Trump mengeklaim para loyalis dia mendukung operasi AS menggempur Ibu Kota Venezuela, Caracas, hingga menangkap Presiden Nicolas Maduro pada akhir pekan lalu.

"Para pendukung yang memilih saya sangat gembira. Mereka bilang, 'ini alasan kami memilih'," kata Trump kepada jurnalis di pesawat kepresidenan AS Air Force One, Minggu (4/1) malam saat ditanya potensi perang tak berkesudahan, dikutip CNN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia lalu mengutip Doktrin Monroe yang sering dijadikan dalih tindakan atau operasi militer AS ke negara-negara lain.

"Ini bukan negara yang berada di sisi lain dunia, ini bukan negara seperti kita harus terbang 24 jam dalam pesawat. Ini adalah Venezuela. Ini area kami, Donroe (Monroe) Doctrine," kata Trump.

Doktrin Monroe mulanya dianggap sebagai benteng pertahanan melawan ekspansi dan kolonialisme Eropa. Doktrin tersebut punya pesan utama.

Pertama, Amerika Serikat menyatakan tiap kolonisasi lebih lanjut di benua Amerika oleh kekuatan Eropa sebagai campur tangan yang tidak diinginkan.

Kedua, Amerika Serikat berjanji untuk tidak ikut campur dalam urusan internal Eropa atau menyerang koloni-koloni Eropa yang ada di Amerika.

Ketiga, Amerika Serikat menegaskan bahwa Belahan Bumi Barat merupakan wilayah terpisah.

Pada 1845, di bawah Presiden James Polk, doktrin ini secara aktif digunakan untuk memajukan tujuan ekspansionis AS.

Polk menggunakan Doktrin Monroe untuk membenarkan aneksasi Texas, Oregon, dan California dari Meksiko.

Kembali lagi soal Venezuela, Trump menginstruksikan pasukan AS menggempur Caracas pada Sabtu lalu. Setelah itu, mereka menangkap Maudro dan istrinya Cilia Flores.

Sejak September tahun lalu, AS menargetkan Venezuela mulai dari menyerang kapal yang mengangkut warga sipil di laut lepas Venezuela dengan dalih pemberantasan narkoba.

AS juga sempat mengerahkan persenjataan hingga pesawat pengebom di dekat perbatasan Venezuela beberapa pekan lalu.

Menanggapi serangkaian tindakan AS, Maduro menilai Trump bukan ingin memberantas narkoba tetapi menggulingkan kekuasaan dia dan menguasai cadangan minyak Venezuela.

(isa/bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |