Trump Ngebet Gulingkan Khamenei di Iran, tapi Ragu Dukung Pahlavi

3 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump ragu memberikan dukungan ke anak mendiang Mohammad Shah Reza Pahlavi untuk mengambil alih kekuasaan Iran dari pemerintahan Ayatollah Ali Khamenei.

Saat memimpin Iran, Shah Pahlavi memiliki hubungan yang dekat dengan Amerika Serikat. Namun, pada 1979 dia digulingkan dalam pemberontakan yang disebut Revolusi Islam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia [Reza Pahlavi] terlihat sangat baik, tapi saya tak tahu apakah dia akan bisa diterima di negaranya," kata Trump saat wawancara eksklusif dengan Reuters di Gedung Putih, Rabu (14/1).

Dia lalu berujar, "Dan kami belum sampai pada titik itu. Saya tak tahu apakah negaranya akan menerima kepemimpinan dia atau tidak, dan tentu jika mereka menerima akan baik-baik saja bagi saya."

Komentar itu kian menunjukkan kekhawatiran soal kemampuan Pahlavi untuk memimpin Iran.

Trump juga mengaku tak ada rencana untuk bertemu anak mendiang Shah Pahlavi itu.

Pahlavi saat ini tinggal di pengasingan di Amerika Serikat setelah ayahnya digulingkan. Sejak saat itu, dia kerap menyuarakan protes terhadap pemerintahan Khamenei.

Beberapa waktu belakangan, dia juga menyerukan warga Iran untuk terus berdemo dan merebut kebebasan yang seharusnya mereka dapatkan. Terbaru, dia meminta militer membelot dari instruksi pemimpin tertinggi negara itu.

Meski keras memprotes Iran dan tampak mendukung warga, dia juga menjalin hubungan dengan Israel.

Pada 2023 lalu, Pahlavi berkunjung ke Israel dan bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Lawatan ini memicu kritik tajam dari warga Iran terutama kalangan oposisi. Dia bahkan dicap pengkhianat.

Sejak akhir Desember lalu, Iran bergejolak karena demonstrasi massal. Situasi kian kacau usai pihak berwenang menyatakan bakal menindak tegas ke pengunjuk rasa dan memutus internet dalam skala nasional.

Di tengah situasi itu, Trump berulang kali menyerukan AS akan ikut campur dan menyerang Iran dengan dalih membela warga negara itu.

(isa/rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |