CNN Indonesia
Kamis, 29 Jan 2026 03:00 WIB
Ilustrasi. Vaksin cacar api ternyata bisa mengurangi peradangan dan membuat orang tampak lebih muda. (iStock/EvgeniyShkolenko)
Jakarta, CNN Indonesia --
Vaksin herpes zoster atau cacar api ternyata bisa mengurangi peradangan dan membuat orang tampak lebih muda secara biologis.
Hal ini diungkapkan oleh para peneliti dari Universitas Southern California dalam studi terbaru mereka yang melibatkan lebih dari 3.800 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun herpes zoster itu sendiri, seperti dikutip dari Mayo Clinic, merupakan infeksi virus varicella zoster yang menyebabkan ruam menyakitkan. Biasanya ruam terlihat seperti garis lepuh tunggal yang melingkari sisi kiri atau kanan tubuh.
Virus ini merupakan virus sama yang menyebabkan cacar air. Setelah sembuh, virus ini tetap bertahan di dalam tubuh, lalu muncul lagi bertahun-tahun setelahnya sebagai cacar api.
Nah, vaksin yang dimaksudkan untuk mencegah cacar api ternyata bisa mencegah atau memperlambat penuaan. Bagaimana caranya? Simak penjelasan lebih lanjut mengenai penelitian ini.
Keterkaitan vaksin cacar api dengan penuaan
Vaksin cacar api biasanya diberikan kepada lansia yang lebih rentan mengalami kekambuhan. Namun berdasarkan penelitian dari Universitas Southern California, mereka menemukan fakta mengejutkan.
"Mungkin dengan mencegah reaktivasi virus penyebab cacar api, vaksin ini dapat berperan dalam mendukung penuaan yang lebih sehat," ujar Kim Jung-ki, penulis utama studi tersebut, seperti dikutip dari The Independent UK.
Kim melanjutkan, mekanisme biologis vaksin ini dalam menunda penuaan masih perlu dipahami lebih lanjut. Namun pihaknya melihat efek anti-radang pada vaksin potensial memperlambat penuaan.
"Studi ini menambah bukti yang muncul bahwa vaksin dapat berperan dalam mendorong penuaan yang sehat dengan memodulasi sistem biologis di luar pencegahan infeksi," kata Kim lagi.
Kuncinya ada di efek anti-radang pada vaksin
Dengan menggunakan data lebih dari 3.800 lansia dari studi kesehatan dan pensiunan AS, para peneliti menemukan bagaimana vaksin cacar api dapat memengaruhi sejumlah tanda penuaan.
Setidaknya ada tujuh aspek penuaan biologis yang diukur. Aspek tersebut, antara lain peradangan, pertahanan terhadap infeksi, imunitas adaptif, aliran darah, neurodegenerasi, penuaan epigenetik, dan penuaan transkriptomik.
Para lansia yang sudah divaksinasi, cenderung memiliki tingkat peradangan yang rendah dalam pengukuran. Selain itu, penuaan epigenetik dan transkriptomik juga lebih lambat, serta memiliki skor penuaan biologis lebih baik.
Temuan ini penting, mengingat peradangan atau inflamasi merupakan faktor yang berkontribusi terhadap penyakit jantung, kelemahan fisik, hingga penurunan kognitif. Kim menyebut fenomena ini sebagai "inflammaging."
Penulis lain dalam studi tersebut, Eileen Crimmins, mengatakan temuan ini dapat memengaruhi domain-domain penting terkait proses penuaan. Vaksin cacar api bisa berperan besar dalam strategi penuaan sehat, selain mencegah penyakit akut.
"Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mereplikasi dan memperluas temuan ini, terutama menggunakan desain longitudinal dan eksperimental," ujar Crimmins.
(rti)




































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4665245/original/084723000_1701093089-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5055748/original/053905500_1734494375-Chef_Devina.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383445/original/037337300_1760676426-ID_Seventeen_Teaser_Poster-3.jpg)









