CNN Indonesia
Jumat, 28 Mar 2025 23:20 WIB

Jakarta, CNN Indonesia --
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mulai memobilisasi pusat logistiknya di Dubai untuk menyiapkan bantuan ke bencana gempa bumi di Myanmar.
Mengutip CNA, WHO telah mengaktifkan sistem manajemen daruratnya sebagai respons terhadap gempa di Myanmar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara WHO Margaret Harris menyatakan kondisi akibat gempa bumi di Myanmar itu sebagai peristiwa yang besar dan merupakan ancaman bagi kehidupan dan kesehatan.
"Kami telah mengaktifkan pusat logistik kami untuk mencari persediaan dan barang-barang seperti fiksator eksternal karena kami perkirakan akan ada banyak sekali cedera yang perlu ditangani," kata Harris.
Harris mengatakan WHO juga berkonsentrasi dalam menyiapkan obat-obatan penting di tengah kondisi infrastruktur kesehatan di Myanmar yang masih rusak.
"Kami siap untuk pindah. Tetapi sekarang kami harus tahu persis di mana, apa, dan mengapa. Informasi dari lapangan lah yang sangat penting saat ini," ucapnya.
Junta militer Myanmar sebelumnya meminta bantuan kemanusiaan dari komunitas internasional usai diguncang gempa dahsyat Magnitudo 7,7 pada Jumat (28/3).
"Kami ingin komunitas internasional memberi bantuan kemanusiaan sesegera mungkin," kata juru bicara junta Zaw Min tun di rumah sakit di Naypyidaw ke AFP.
Zaw menemani kepala junta Min Aung Hlaing berkunjung ke rumah sakit di ibu kota itu untuk memantau kondisi korban gempa. Jubir itu juga mengatakan perlu donasi darah untuk pasien di Mandalay, Naypyidaw, dan Sagaing.
Tak lama setelah itu, Jenderal Min Aung Hlaing dalam siaran langsung, seperti diberitakan AFP pada 28 Maret malam, mengatakan jumlah korban jiwa mencapai 144 orang dan diperkirakan terus meningkat.
"144 orang tewas, sementara itu lebih dari 730 orang lainnya terluka akibat gempa dahsyat itu," kata Min Aung Hlaing.
(mnf/chri)