Bukan Sembarang Menu Lebaran, Ini Makna Filosofis Ketupat-Opor Ayam

1 week ago 11

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketupat dan opor ayam nyaris tidak pernah absen di perayaan Lebaran. Tak hanya lezat, hidangan ini juga menambah keistimewaan hari raya karena maknanya. Berikut makna filosofis ketupat dan opor ayam.

Ketupat dan opor ayam sebenarnya menu yang bisa dimasak dan dinikmati kapan pun. Hanya saja, kedua hidangan ini terasa berbeda dan lebih istimewa di perayaan Idulfitri.

Sejak ratusan tahun lalu, ketupat dan opor ayam sudah menjadi bagian dari budaya Indonesia. Tidak seperti sekarang, dulu kedua hidangan merupakan sajian dari rakyat untuk raja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Makna filosofis ketupat dan opor ayam

Ketupat dan opor ayam bukan hidangan sembarangan. Ketupat berbentuk belah ketupat menggambarkan keseimbangan alam.

Masyarakat Jawa memandang ketupat sebagai wujud kiblat papat limo pancer. Hal ini berarti ada empat arah mata angin utama, yakni barat, timur, utara, dan selatan. Tapi, hanya ada satu pusat, yaitu kiblat.

Dalam ajaran Islam, kiblat adalah arah untuk beribadah. Ketupat pun menggambarkan ke mana pun manusia pergi, hanya ada satu tempat untuk kembali, yakni pada Allah SWT.

Selain dari segi bentuk, isian dan pembungkusnya pun memiliki makna tersendiri. Isi ketupat merupakan beras yang melambangkan kemakmuran, sedangkan warna putih beras melambangkan kesucian.

Makna filosofis lain juga terdapat dari anyaman daun kelapa pembungkus ketupat yang menggambarkan jalan hidup manusia yang berliku dan banyak melakukan kesalahan.

Saat disajikan, ketupat dibelah, lalu kulitnya dibuang. Hal ini secara tidak langsung menggambarkan permintaan maaf dan memulai lembaran baru.

Ketupat, dalam bahasa Jawa, disebut kupat. Dalam permainan kata bahasa Jawa, kupat merupakan kependekan dari ngaku lepat atau ndherek lepat (mengakui kesalahan).

Serupa dengan ketupat, opor ayam juga mengandung makna filosofis permintaan maaf.

Opor ayam menggunakan santan sebagai bahan utama. Santan, atau dalam bahasa Jawa santen, bisa dimaknai pangapunten atau permintaan maaf.

Berkat makna filosofisnya, ketupat dan opor ayam mampu menambah keistimewaan Lebaran.

(asr/asr)

Read Entire Article
Entertainment |