Jakarta, CNN Indonesia --
Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo menilai kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) tidak dimaksudkan untuk menggantikan atau menutup ritel modern seperti Alfamart hingga Indomaret.
Pemerintah justru ingin mendorong persaingan sehat agar masyarakat bisa memperoleh barang dengan harga lebih terjangkau.
Hashim mengatakan koperasi desa akan menjadi salah satu alternatif distribusi barang kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Boleh lah nanti ada kompetisi kan. Kalau (Koperasi) Desa Merah Putih tujuannya adalah untuk menyediakan suplai barang-barang secara murah," kata Hashim dalam Program CNN Indonesia Special Interview, Jumat (13/3).
Menurutnya, pemerintah tidak memiliki rencana untuk menutup jaringan ritel modern seperti minimarket atau supermarket. Keberadaan berbagai pilihan justru dinilai baik bagi konsumen.
"Pemerintah tidak berniat untuk menutup Alfamart atau Transmart atau apa. Biar saja saingan, karena ada saingan. Kalau ada koperasi desa merah putih tidak ada saingan itu juga kurang baik," ujarnya.
Hashim menilai persaingan yang sehat akan memberi manfaat bagi masyarakat karena konsumen dapat memilih tempat berbelanja sesuai kebutuhan dan harga yang paling menguntungkan.
"Harus ada kita biarkan rakyat konsumen mau pilih mau beli dari koperasi merah putih atau beli dari Transmart, Alfamart, Indomaret, atau beli dari warung-warung," katanya.
Ia menjelaskan program Kopdes Merah Putih merupakan salah satu inisiatif pemerintah yang bertujuan memperkuat ekonomi desa. Koperasi tersebut diharapkan dapat menjadi pusat distribusi berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari obat-obatan, pupuk, hingga produk kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, koperasi juga direncanakan dilengkapi fasilitas penyimpanan seperti cold storage serta armada kendaraan untuk mendistribusikan hasil produksi desa ke pasar yang lebih luas.
Dengan skema tersebut, Kopdes Merah Putih diharapkan dapat membantu petani dan pelaku usaha desa menyalurkan produk mereka ke kota-kota besar atau pusat perdagangan.
Hashim menegaskan pada akhirnya keberadaan koperasi maupun ritel modern akan memberikan keuntungan bagi masyarakat karena terciptanya pilihan dan persaingan harga.
"Monopoli itu sebenarnya kurang baik. Harus ada pilihan bagi konsumen. Kita biarkan rakyat memilih mau beli dari Koperasi Merah Putih atau dari ritel lain, yang penting lebih baik untuk konsumen dan warga desa," kata Hashim.
Ia juga mengungkapkan gagasan koperasi desa memiliki akar sejarah panjang dalam keluarga mereka. Menurut Hashim, ide tersebut terinspirasi dari pemikiran kakeknya sekaligus kakek Presiden Prabowo Subianto, Margono Djojohadikoesoemo, yang dikenal sebagai tokoh pelopor gerakan koperasi di Indonesia.
"Koperasi Desa Merah Putih sebetulnya ini semacam gagasan dari kakek kami, Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo. Beliau salah satu pelopor gerakan koperasi Indonesia bersama Pak Hatta," ujar Hashim.
(del/pta)
Add
as a preferred source on Google

















































