Menlu Sugiono Lepas 16 Ribu Paket Bantuan Baznas untuk Myanmar

20 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengirimkan 16 ribu paket bantuan senilai Rp2,5 miliar dengan berat 19,7 ton kepada korban bencana gempa bumi yang mengguncang Myanmar baru-baru ini. Ribuan paket itu dilepas langsung oleh Menteri Luar Negeri, Sugiono di Pangkalan TNI AU Halim Perdana Kusuma, Jakarta pada Kamis (3/4).

Acara pelepasan bantuan dihadiri pula oleh Ketua Baznas Noor Achmad, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla, Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto, Wakil Ketua Baznas Mo Mahdum, serta jajaran pimpinan Baznas. Pada kesempatan ini, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno turut mengawal bantuan ke Myanmar.

Ketua Baznas, Noor Achmad menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Baznas dalam mendukung upaya kemanusiaan global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami memastikan bahwa bantuan yang dikirim sesuai dengan kebutuhan penyintas di Myanmar. Selain bantuan logistik, kami juga mengirimkan tim medis dari Rumah Sehat Baznas (RSB) yang terdiri dari lima orang, serta Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) sebanyak lima orang yang akan membantu dalam penanganan korban gempa di lapangan," ujar Kiai Noor.

Kiai Noor menegaskan, Baznas berkomitmen untuk terus aktif dalam berbagai aksi kemanusiaan, baik di dalam negeri maupun internasional.

Dirinya berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat terdampak gempa di Myanmar, serta memperkuat solidaritas antara Indonesia dan Myanmar dalam menghadapi situasi darurat.

"Pemerintah dan Baznas akan terus mengawal proses distribusi agar bantuan tepat sasaran dan bermanfaat bagi para penyintas," kata Kiai Noor.

Menlu Sugiono mengatakan, selain dari Baznas, Pemerintah Indonesia juga bersinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Palang Merah Indonesia (PMI), Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, serta lembaga resmi lainnya dalam pengiriman bantuan ini.

"Total bantuan yang dikirimkan mencapai 124 ton atau setara dengan US$1,2 juta, yang jika dikonversikan ke dalam rupiah berdasarkan nilai tukar saat ini, setara dengan sekitar Rp19,8 miliar," kata Sugiono.

Dari jumlah tersebut, Baznas berkontribusi melalui bantuan yang terdiri dari 100 unit genset, 50 unit tenda, 10 ribu sarung, 1.000 paket hygiene kit khusus untuk wanita dan anak-anak, 5 ribu selimut, 50 unit terpal, serta obat-obatan.

Menurut Sugiono, rakyat Myanmar saat ini masih membutuhkan shelter atau tempat mengungsi, alat kesehatan, dan obat-obatan. Karena situasi keamanan dan politik yang belum kondusif, jumlah korban dan tingkat kerusakan akibat gempa masih belum selesai didata.

Dirinya memastikan, berdasarkan laporan dari KBRI Myanmar, hingga saat ini belum ada korban Warga Negara Indonesia.

"Berdasarkan data yang kami miliki, hingga hari ini terdapat 2.886 korban jiwa dan 4.636 orang mengalami luka-luka. Sementara itu, sekitar 300 orang masih dinyatakan hilang," ujarnya.

Sugiono menambahkan, pengiriman bantuan ini merupakan bentuk solidaritas masyarakat Indonesia kepada warga Myanmar.

"Kami berharap bantuan yang dikirimkan ini, termasuk obat-obatan, alat sanitasi, dan kebutuhan pokok, dapat meringankan penderitaan masyarakat Myanmar yang terdampak gempa," pungkasnya.

(rea/rir)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |