OJK Wanti-wanti Tekanan Saham Jangka Pendek Usai Rebalancing MSCI

2 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan pasar bakal menghadapi tekanan jangka pendek berupa penurunan harga saham setelah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai penyesuaian ulang komposisi indeks saham (rebalancing) terbaru.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan dampak tersebut sudah diperkirakan sejak awal sebagai konsekuensi dari reformasi transparansi pasar modal Indonesia.

"Kalau teman-teman ingat dan sudah berkembang sebetulnya para pengamat analis yang baik juga sudah memandang bahwa apa yang dilakukan secara struktural ini tentu akan setidaknya memiliki implikasi jangka pendek berupa penurunan dan reaksi penyesuaian harga-harga saham yang terdampak," kata Hasan dalam konferensi pers di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Istilah short term pain gitu ya bahwa kita akan harus menghadapi katakanlah tingkat penurunan di jangka pendek ini tentu menjadi konsekuensi yang sudah kita perhitungkan dan perkirakan sejak awal," sambungnya.

Walau demikian, Hasan berharap hasil rebalancing MSCI kali ini bisa menjadi titik awal pembentukan fondasi baru pasar modal Indonesia.

"Dengan harapan momentum pengumuman dan penyesuaian indeks kali ini, ini kita harapkan akan membentuk baseline baru," ujar Hasan.

[Gambas:Youtube]

Ia mengatakan reformasi transparansi pasar yang dilakukan regulator ditujukan untuk meningkatkan kualitas saham-saham tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Jadi basis baru di mana tingkat starting point kita untuk kemudian ke depan akan semakin menghadirkan kualitas saham-saham tercatat di bursa dan tentu semakin banyak kita harapkan nanti saham-saham tersebut kita dorong untuk menjadi pilihan investasi para investor," ujar Hasan.

Dalam pengumuman ini, MSCI juga mengeluarkan 18 saham Indonesia dari indeks mereka. OJK pun telah memetakan sejumlah saham yang dinilai berpotensi masuk kembali ke indeks global pada evaluasi berikutnya.

"Ke depan kami akan mengawal beberapa saham yang terbukti berpotensi sebetulnya untuk juga pada kesempatan berikutnya masuk menjadi bagian anggota indeks dari indeks global," katanya.

Ia menyebut regulator telah memetakan sejumlah saham yang berpeluang masuk ke indeks small cap maupun standard index MSCI.

Ada pula saham yang disebut sebenarnya memenuhi syarat masuk indeks global, tetapi masih tertunda akibat kebijakan pembekuan penambahan saham Indonesia oleh MSCI.

"Tidak semuanya keluar karena turun, tapi justru karena naik. Hanya karena untuk sementara waktu kebijakan mereka sedang ada freeze atau pembekuan tidak adanya in ke kelompok indeks Indonesia, maka saham-saham itu tertunda masuk," ujar Hasan.

Hasan memastikan OJK akan terus mendorong emiten meningkatkan transparansi agar lebih banyak saham Indonesia masuk indeks global.

"Sekarang kita betul-betul menghadirkan transparansi, tapi tidak luput memperhatikan potensi menambah banyaknya saham-saham berpotensi kita untuk masuk lebih banyak lagi di indeks-indeks terbaik tersebut," pungkasnya.

IHSG dibuka melemah ke level 6.753 pada pembukaan perdagangan Rabu pagi (13/5) setelah pengumuman MSCI ini. Mengutip RTI Infokom per 09.01 WIB, indeks saham melemah 104,9 poin atau minus 1,53 persen dari perdagangan sebelumnya.

Investor melakukan transaksi sebesar Rp672 miliar dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 1,16 miliar saham. Pada pembukaan kali ini, 116 saham menguat, 317 terkoreksi, dan 200 stagnan.

(dhz/ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Entertainment |