Jakarta, CNN Indonesia --
Mediator Amerika Serikat dan Iran, Pakistan, buka suara usai Presiden Donald Trump mengumumkan untuk memperpanjang gencatan senjata.
Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyampaikan Pakistan akan terus mengupayakan perdamaian terkait konflik di Teluk Persia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan kepercayaan yang diberikan, Pakistan akan melanjutkan upaya sungguh-sungguhnya untuk penyelesaian konflik melalui negosiasi," kata Sharif pada Rabu (22/4), di X.
Sharif sangat berharap AS dan Iran akan terus mematuhi gencatan senjata dan bisa mencapai konklusi 'Kesepakatan Perdamaian' yang komprehensif selama putaran kedua yang dijadwalkan di Islamabad.
Sebelumnya beredar informasi putaran kedua negosiasi digelar jelang masa gencatan senjata pertama habis.
AS dan Iran sepakat gencatan senjata dua pekan pada 7 April. Artinya, kesepakatan ini akan habis pada 21 April.
Namun, putaran kedua belum terlaksana. Iran berulang kali menyatakan enggan berpartisipasi dalam negosiasi selama diancam atau ditekan AS. Hingga H-1 masa gencatan habis, Teheran tak memberi konfirmasi kesediaan hadir.
Delegasi AS sementara itu dilaporkan siap berangkat. Namun, akhirnya mereka disebut membatalkan perjalanan ke Islamabad.
Meski memperpanjang gencatan, Trump tetap memblokade Selat Hormuz dan meminta pasukan AS bersiaga.
Iran juga sudah bersiap jika suatu waktu AS meluncurkan serangan dadakan.
Di kesempatan ini, Sharif menyampaikan terima kasih ke Trump yang sudah menerima permintaan Pakistan untuk memperpanjang gencatan senjata.
"Guna memungkinkan upaya diplomatik yang sedang berlangsung untuk berjalan sesuai rencana," kata dia.
(isa/rds)
Add
as a preferred source on Google











































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478359/original/064555900_1768899201-_ARM7685.jpeg)




