Para Pekerja Pabrik di Korut Walk Out saat Pidato Kim Jong Un

4 hours ago 9

Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah pekerja dilaporkan walk out di tengah pidato pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un yang disebarkan di pabrik-pabrik pada awal tahun.

Sebuah sumber di provinsi Hamgyong utara mengatakan kepada Daily NK bahwa teks pidato Kim, yang dimuat di Rodong Sinmun, telah sampai ke pabrik dan perusahaan di pusat kota Hoeryong menjelang sesi membaca pagi pada 2 Januari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di salah satu pabrik, sejumlah buruh memilih meninggalkan sesi pembacaan pidato Kim Jong Un yang disebarkan di pabrik-pabrik melalui pengeras suara. Mereka mengaku resah terhadap tuntutan kerja dan pengorbanan tambahan.

"Alasan para pekerja tiba-tiba pergi setelah sesi pembacaan adalah karena mereka merasa terganggu oleh isi pidato tersebut. Sebagian besar pekerja berusaha keras untuk tetap tenang selama sesi tersebut, khawatir mereka akan diperintahkan untuk bergabung dengan lebih banyak proyek konstruksi atau meningkatkan produksi lagi," kata sumber tersebut dikutip dari Daily NK.

Sumber tersebut mengatakan bagian yang mengganggu para pekerja berbunyi sebagai berikut.

"Kami memasuki tahun 2025 dengan berat hati karena dihadapkan dengan tugas-tugas besar; yang kami yakini tidak lain adalah patriotisme dan loyalitas rakyat kami, dan merekalah kekuatan pendorong sejati yang menggerakkan perjuangan kami yang belum pernah terjadi sebelumnya sepanjang tahun."

"Intinya adalah tuntutan untuk terus menunjukkan patriotisme dan loyalitas. Masyarakat sudah tidak senang karena terus-menerus dipanggil untuk bekerja tanpa kompensasi atau imbalan apa pun. Jadi mereka kesal karena hal ini diputarbalikkan sebagai kekuatan rakyat dan bahwa mereka diharapkan untuk terus memberikan kontribusi dan pengorbanan seperti itu di masa depan," kata sumber tersebut.

Sementara itu, kekecewaan juga terlihat dari kampung halaman Kim.

"Hoeryong, sebagai tempat kelahiran Kim Jong Suk (istri Kim Il Sung dan ibu Kim Jong Il), dianggap sebagai tempat tinggal yang lebih baik dibandingkan kota dan kabupaten sekitarnya."

"Fakta bahwa pidato tersebut mendapat reaksi seperti ini di sana menunjukkan adanya frustasi dan kelelahan terhadap proyek kerja wajib yang terus berulang," tambah sumber tersebut.

Reaksi negatif terhadap pidato tersebut di kota ini mencerminkan kelelahan dan frustrasi masyarakat terhadap proyek kerja wajib yang berulang.

Beberapa pekerja bahkan mengungkapkan rasa tidak nyaman dan penolakan terhadap pidato Kim yang kembali mengingatkan mereka pada kesulitan yang dialami sepanjang tahun 2025.

Sikap sinis di lapangan ini berbanding terbalik dengan laporan media pemerintah Korut yang menampilkan dukungan besar dari seluruh lapisan masyarakat.

"Gunung dan sungai di seluruh negeri bergelora menyambut pidato Tahun Baru," demikian laporan salah satu media.

Selain itu, surat kabar resmi Partai Pekerja Korea, Rodong Sinmun, mengeklaim bahwa seluruh negeri seolah bergelora menyambut pidato Tahun Baru.

"Hati rakyat di negeri ini kini dipenuhi keinginan untuk setia menerima kepemimpinan pria yang paling mencintai rakyat dan mengagungkan kebesaran serta kebaikan mereka, serta hasrat untuk membalasnya dengan terlibat lebih berani dalam perjuangan mendorong pembangunan sosialisme versi kita di semua bidang," tulis Rodong Sinmun.

(rnp/bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |