Jakarta, CNN Indonesia --
Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp16.855 per dolar AS pada Senin (12/1) sore. Mata uang Garuda melemah 36 poin atau minus 0,21 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah ke posisi Rp16.853 per dolar AS pada perdagangan sore ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mata uang Asia bervariasi. Yuan China turun 0,04 persen, dolar Singapura naik 0,10 persen, peso Filipina menguat 0,10 persen, ringgit Malaysia plus 0,26 persen, won Korea Selatan turun 0,61 persen, yen Jepang naik 0,03 persen, dan baht Thailand naik 0,32 persen.
Di negara maju, pergerakan nilai tukar mayoritas menguat. Poundsterling Inggris naik 0,25 persen, euro Eropa plus 0,034 persen, franc Swiss naik 0,55 persen, dolar Kanada naik 0,24 persen, dolar Australia menguat 0,25 persen.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai pelemahan rupiah mencerminkan sentimen terhadap mata uang garuda masih negatif, terutama terkait defisit anggaran dan prospek pemangkasan suku bunga Bank Indonesia.
"Kenaikan penjualan ritel yang melampaui perkiraan pun gagal memberikan dukungan berarti bagi rupiah," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Dolar AS sendiri, sambung Lukman, sebenarnya tengah tertekan cukup signifikan di tengah kekhawatiran potensi intervensi pemerintah AS terhadap Bank Sentral AS The Federal Reserves (The Fed).
(fby/sfr)




























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354665/original/013548500_1758261702-IMG-20250919-WA0005.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5326205/original/048148200_1756092105-IMG-20250825-WA0011.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354825/original/018518100_1758265848-pongki_barata_csm_3.jpg)









