Jakarta, CNN Indonesia --
Setelah merayakan Idul Fitri, umat Islam dapat mengerjakan puasa sunnah di bulan Syawal. Apa saja keutamaan puasa Syawal?
Bulan Syawal adalah bulan kesepuluh dalam kalender Hijriah. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mengerjakan puasa Syawal setelah bulan Ramadhan karena memiliki banyak keutamaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari NU Online, puasa Syawal merupakan puasa sunnah untuk umat Islam yang tidak memiliki utang atau tanggungan puasa di bulan Ramadhan atau puasa wajib lainnya.
Sementara untuk mereka yang masih memiliki tanggungan puasa karena sakit, musafir, atau lainnya maka hukum puasa Syawal menjadi makruh.
Puasa Syawal juga dapat berubah menjadi haram jika dilakukan oleh mereka yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan atau puasa wajib lainnya karena uzur atau kesengajaan.
Oleh sebab itu, kita perlu menyempurnakan ibadah wajib terlebih dahulu, kemudian menjalankan ibadah sunnah puasa Syawal.
Keutamaan puasa Syawal
Terdapat beberapa keutamaan mengerjakan puasa Syawal, sebagai berikut.
1. Sebagai penyempurna puasa Ramadhan
Puasa sunah Syawal sebagai penyempurna puasa Ramadhan. Sebagaimana jika ingin menyempurnakan sholat fardhu, maka seseorang dianjurkan melakukan shalat sunah rawatib, yaitu qabliyah dan bakdiyah.
Hal ini sebagaimana terdapat dalam hadis berikut.
عن ثوبان عن رسول اللہ ﷺ أنه قال : من صام رمضان وستة أيام بعد الفطر كان تمام السنة من جاء بالحسنة فله عشر أمثالها
Artinya: "Barang siapa yang berpuasa satu bulan Ramadhan, ditambah enam hari (Syawal) setelah Idul Fitri, pahala puasanya seperti pahala puasa satu tahun. Dan siapa yang mengerjakan satu amalan kebaikan, baginya sepuluh kebaikan." (HR Ibnu Majah).
2. Menyempurnakan pahala puasa
Keutamaan puasa Syawal yang selanjutnya adalah untuk menyempurnakan pahala puasa menjadi pahala puasa setahun.
Hal tersebut sesuai dengan yang diriwayatkan Imam Muslim dalam kitab Shohihnya pada bab kesunnahan puasa Syawal yaitu:
مَنْ صَامَ رَمَضانَ ثُمَّ أَتَبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كانَ كصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya: "Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka baginya (ganjaran) puasa selama setahun penuh." (HR Muslim)
3. Tanda puasa Ramadhan diterima
Puasa sunah Syawal menjadi pertanda puasa Ramadhan diterima oleh Allah. Umat Islam yang membiasakan puasa setelah puasa Ramadhan adalah orang yang beruntung. Hal tersebut karena menjadi pertanda diterimanya puasa yang dikerjakan sebelumnya.
4. Tanda syukur kepada Allah
Puasa sunah Syawal juga sebagai tanda syukur kepada Allah atas segala bentuk anugerah yang telah dilimpahkan ketika bulan Ramadhan seperti puasa, qiyamul lail, zakat, dan lainnya.
5. Tanda ibadah Ramadhan tidak terputus
Menunaikan puasa Syawal menjadi salah satu bentuk usaha yang dapat umat Islam lakukan untuk menjaga semangat beribadah setelah bulan suci Ramadhan.
Demikian keutamaan puasa Syawal setelah bulan Ramadhan untuk diketahui setiap muslim.
(via/fef)