Jakarta, CNN Indonesia --
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyatakan masyarakat Iran tidak dapat merayakan Idulfitri tahun ini akibat serangan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan ratusan warga sipil, termasuk anak-anak.
Pernyataan tersebut disampaikan Boroujerdi saat bertemu Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla di Markas Pusat PMI, Jakarta Selatan, Rabu (18/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan situasi perang membuat masyarakat Iran tidak bisa merayakan Idulfitri meski momen tersebut tinggal menghitung hari.
"Walaupun ini merupakan situasi hari-hari bulan Suci Ramadan dan sebentar lagi adalah Idulfitri, tetapi masyarakat Iran tidak bisa merayakan momen penting dan momen Islamic ini," ujar Boroujerdi.
Ia menambahkan kondisi kemanusiaan terus memburuk seiring bertambahnya korban, terutama dari kalangan anak-anak, salah satunya anak berusia 3 hari.
"250 anak-anak menjadi korban sampai dengan sekarang di negara kami atas serangan Amerika Serikat dan Zionist Israel terhadap negara kami," tambahnya.
Boroujerdi menegaskan serangan yang datang tidak hanya menyasar target militer, tetapi juga fasilitas sipil dan warisan budaya.
"Kami telah membuktikan serangan yang kejinya terhadap negara, rumah sakit, sekolah, warisan budaya, berbagai lain dijadikan target dalam langkah tidak manusiawi," ucapnya.
Dalam kesempatan itu pula, ia turut menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dan masyarakat Indonesia di tengah konflik yang terjadi.
"Kami ingin juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kami atas dukungan yang telah diberikan Pemerintah Indonesia, Bangsa Indonesia berbagai badan dari organisasi pemerintah maupun non-pemerintah," tutur Boroujerdi.
Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran hingga kini masih berlangsung dan menunjukkan eskalasi di berbagai wilayah Timur Tengah.
Perang yang pecah sejak 28 Februari tersebut terus meluas, dengan sejumlah fasilitas energi di kawasan menjadi sasaran serangan, memicu kekhawatiran di pasar global.
Terbaru, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memastikan Israel berhasil membunuh Ali Larijani. Selain Larijani, Netanyahu mengklaim Israel juga berhasil membunuh Komandan Pasukan Basij Iran, Gholamreza Soleimani.
Iran langsung membalas kematian Sekretaris Dewan Keamanan Tertinggi Iran, Ali Larijani, dengan melancarkan serangan ke Tel Aviv hingga menewaskan dua warga Israel.
(anm/chri)
Add
as a preferred source on Google

















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5440135/original/042410700_1765423920-IMG-20251210-WA0008.jpg)
